Police Watch

Direktur V Bareskrim Periksa Kasus Illegal Logging di Sorong

2.500 Meter Kubik Kayu Ilegal di Papua DIAMANKAN!

Laporan Dari Tim Investigator Mapikor Indonesia, Papua Barat

Penyidikan ribuan meter kubik kayu illegal (illegal logging) di Kampung Issim, Distrik Beraur, Kabupaten Sorong, dikebut. Belum lama ini, Direktur V Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Suhardi MH tiba di Sorong. Dalam jumpa pers, Suhardi menyatakan, sampai saat ini pihaknya baru menetapkan seorang tersangka. Yakni, Direktur PT Hasrat Wiara Mandiri (HWM) Ir SW. Namun, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain.
Lebih lanjut Suhardi menyampaikan barang bukti kayu Log Merbau yang disita dari atas Kapal Kargo MV Mandiri sekitar 2.500 meter kubik. “Kapasitas kapal MV Mandiri 4.000-5.000 meter kubik. Berapa banyak kayu yang akan dimuat masih kita selidiki. Yang jelas, kayu yang sudah di kapal kurang lebih 2.500 meter kubik,” Suhardi menambahkan, ribuan kayu Log Merbau yang diamankan itu diduga tanpa dokumen. “Dokumen kapalnya ada. Tapi, kayu yang dimuat tidak dilengkapi dokumen,” imbuhnya.

Saat ditanya wartawan apakah kayu Log Merbau itu akan dibawa ke luar negeri, Suhardi menyatakan masih diselidiki. Menurut pengakuan direktur PT HWM, kayu itu hanya didistribusikan di dalam negeri. “Tapi, kami selaku penyidik memperoleh masukan bahwa kayu itu ada kemungkinan dibawa ke luar negeri. Kita bisa lihat kondisi geografis Papua. Bisa kemana saja. Itu yang masih kami dalami,” tegasnya. Disinggung kemungkinan kasus illegal logging itu di-back up anggota DRP RI, Suhardi mengatakan, penyidikan belum sampai ke sana. “Nanti akan kita kembangkan ke sana. Yang terlibat akan kita tangkap dan proses,” tegasnya. Yang diketahui saat ini, kata Suhardi, tersangka adalah pemain lama.

Dalam kesempatan tersebut, sempat ditanyakan pula Operasi Hutan Llestari (OHL) yang dilancarkan Mabes Polri di Sorong beberapa waktu lalu. Saat itu, ribuan kayu Log Merbau disita. Namun, proses hukumnya tidak jelas. Bahkan, sejumlah tersangka bebas dalam persidangan. Menanggapi hal itu, Suhardi mengatakan, saat ini memang ada permasalahan hukum. Kondisi itu mengakibatkan putusan di persidangan tidak sesuai dengan yang diharapkan. “Kendalanya begitu. Sekarang, dengan kebijakan baru, kami coba terobos. Menteri Kehutanan juga sudah membangun komitmen yang sama dengan kami,” jelasnya.

Penangkapan illegal loging, lanjut Suhardi, juga terjadi di provinsi lain. Di Riau, penanganan hukumnya telah diserahkan kepada Polda Riau. Di Kalimantan Tengah (Kalteng), ditemukan hutan lindung yang dijadikan jalan untuk pertambangan. Kasusnya kini ditangani Polda Kalteng. Sedangkan, kasus illegal logging di lingkup Polda Papua akan di-back up Mabes Polri. Itu prioritas dari Kapolri. Hutan di Papua yang sangat luas harus dijaga. “Jadi, ada Polda Riau, Aceh, Kalimantan Tengah, dan Papua. Nah, Papua menjadi prioritas dan mendapat atensi dari Kapolri. Sebab, secara geografis Papua aksesnya bisa ke mana-mana,” jelasnya.

Dengan alasan itu, penanganan illegal logging di Papua akan di-back up Mabes Polri meski diserahkan ke Polda Papua. “Tidak seperti di Riau, Kalimantan, dan Aceh. Sekalian pembelajaran bagi mereka agar penanganan kasusnya lebih profesional,” terangnya. Tentang barang bukti di kapal MV Mandiri, Suhardi mengatakan, proses menyeretnya ke Sorong butuh waktu 12 jam. Suhardi berjanji memberi kesempatan kepada pers untuk meninjau langsung ribuan kayu Log Merbau di kapal MV Mandiri tersebut.

Pelaku Illegal Logging 4.271 M3 Kayu Log Merbau Ditangkap

Tim penyidik Bareskrim Mabes Polri memeriksa secara intensif Direktur PT.Hasrat Wira Mandiri Ir SW di ruang pertemuan Mapolresta Sorong. Adapun pemeriksaan itu terkait dengan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan illegal loging di kampung Issim distrik Beraur Kabupaten Sorong. Penetapan Ir SW sebagai tersangka didasarkan pada keterangan tiga orang saksi yang  sebelumnya dimintai keterangan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri. Dalam pemeriksaan kemarin, direktur PT. Hasrat Wira Mandiri didampingi kuasa hukumnya Yuli Kurniawati, SH dan Intan Saribuana, SH yang tergabung dalam PH M. Yasin Djamaluddin, SH. Keterangan yang dihimpun Koran ini menyebutkan, tim penyidik Bareskrim Mabes Polri yang berjumlah 11 orang dibawah pimpinan pelaksana Kombes Pol Aridono telah melakukan penyelidikan dan penyidikan kurang lebih 1 minggu di Sorong. Hasil penyidikan tersebut, penyidik Bareskrim menahanan sementara kapal kargo MV.Mandiri yang diduga memuat kayu log jenis merbau sebanyak kurang lebih 2.500 M3 dari rencana pemuatan kayu log jenis merbau sebanyak 4.271 M3.

Kapal MV Madiri ditangkap tim Bareskrim Mabes Polri dengan menggunakan kapal polisi 636 Mayar Ditpolairbabinkam pada Kamis malam (20/5) lalu. Saat ditangkap, ditemukan bahwa ribuan kayu log jenis merbau tersebut dimuat tanpa disertai dengan dokumen yang lengkap. Kayu Merbau dengan ukuran dan diameter yang besar dimuat dari log pound tempat pemuatan kayu di kampung Issim distrik Beraur demean memakai tag bout dan tongkang yang juga telah diamankan oleh Bareskrim Mabes Polri. Dalam penangkapan tersebut penyidik harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dimana jarak dari log pound ke kapal pemuatan dalam hal ini MV Mandiri ditempuh sekitar 12 jam.

Untuk proses hukum lebih lanjut, MV Mandiri yang memuat ribuan kayu illegal loging itu telah digiring ke kolam Bandar Sorong. Pimpinan pelaksana tugas dari Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Aridonoyang dikonfirmasi wartawan kemarin enggan memberikan keterangan lebih jauh atas kasus illegal loging yang melibatkan Direktur PT Hasrat Wira Mandiri. “ Ini masih penyidikan, saya belum bisa berikan keterangan.Saya hanya pelaksana, ada pimpinan saya. Nanti sebaiknya dengan pimpinan saya saja,”ujarnya.

Sementara itu kuasa hukum PT. Hasrat Wira Mandiri M. Yasin Djamaluddin yang dikonfirmasi melalui Ponsel Sorong-Jakarta kemarin membenarkan penangkapan terhadap kayu log milik PT. Hasrat Wira Mandiri. Namun dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh karena masih berada di Jakarta dan akan kembali ke Sorong pada hari ini. Dalam perkara illegal loging ini,Direktur PT Hasrat Wira Mandiri Ir SW diduga melanggar pasal 50 ayat 3 huruf Fdan atau H jo pasal 78 ayat 5 dan atau ayat 7 UU Nomor 41 Tahun1999 tentang Kehutanan. Dimana yang bersangkutan diduga menerima,menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan dan atau memiliki hasil hutan tanpa disertai dengan dokumen atau ijin. * im&tim

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: