Humaniora

“Dimana KEADILAN itu Ada…

Perjalanan Seorang Nenek Renta Dari Aceh Timur

Saya sudah tidak punya rumah lagi, baju pun hanya yang saya pakai sekarang ini. Tidak ada kesempatan untuk menyelamatkan barang-barang saya. Apakah tidak ada waktu untuk saya mengeluarkan barangbarang saya dari rumah itu, semuanya rata dengan tanah….apakah mereka tidak punya perasaan? Bagaimana jika apa yang saya alami ini menimpa mereka, atau keluarga mereka? Masyaallah…

Kisah yang dialami oleh seorang nenek asal Aceh Timur ini sungguh menyedihkan. Betapa tidak, harta yang ia miliki ludes tak tersisa. Sejak suaminya meninggal dunia, didalam hidupnya dihantui oleh hal-hal yang tidak ada sebelumnya. Adalah Hj. Siti Hawa, harta peninggalan sang suaminya itu tidak ada satupun yang terselamatkan. Lantaran rumah serta isinya dilalap habis oleh bolduser, belum lagi pendaringan (warung tempat jualan,red) pun disikat habis. Ada lagi lumbung padi juga tak kalah hancurnya. Hal ini terjadi ketika sebuah putusan atas sengketa tanah miliknya yang diklaim oleh orang lain. Bahwa tanah tersebut sudah bukan lagi menjadi milik Hj. Siti Hawa. Meski demikian, didalam proses      s e r t a  prosedural yang ada. Bahwa, sebelum proses eksekusi berlangsung pemilik rumah diberikan waktu untuk mengevakuasi lebih dulu barangbarangmiliknya. Disini terkesan arogansi dari instansi terkait, dimana hati nurani itu berada? Apakah mereka akan menerima ketika diperlakukan seperti itu?

Jawabannya pasti tidak akan terima. Itu JELAS. Hanya letih, lelah dan bersabar yang ada dalam diri Hj. Siti Hawa ini. Demi mempertahankan hak dan peninggalan sang suami. Maka Hj. Siti Hawa pun ke Jakarta, untuk mencari Keadilan itu. Dalam waktu 1 (satu) bulan Hj. Siti Hawa mencari tahu apa sudah benar dan apa memang seperti itu keputusan eksekusi atas haknya. Sedangkan buktibukti konkrit ada pada dirinya. Kenapa orang yang tidak mempunyai bukti satu pun merebut haknya. Hj. Siti Hawa mengadukan nasibnya ke KY (Komisi Yuditial), di KY pun mendapat respon sangat positif. Bahkan pihak KY siap turun langsung ke Aceh Timur untuk mengcross chek kebenaran tersebut. Hj. Siti Hawa memaparkan panjang lebar tentang apa yang telah menimpanya. Pihak KY pun s a n g a t menyayangkan atas putusan M a h k a m a hAgung RI (MA). Bahkan Divisiinternal KY telah disiapkan khusus untuk mempelajari kasus sengketa tanah yang menimpa Hj. Siti Hawa. “ Kami akan siap membantu, tapi tentunya perlu dicrosschek lebih dulu langsung ke Aceh Timur. Kami akan siapkan tim yang akan turun langsung ke Aceh Timur. Mohon kerjasamanya, agar didalam proses nantinya berjalan lancar dan maksimal, “ jelas salah seorang Tim Komisioner KY. Setelah di KY mendapat respon positif, Hj. Siti Hawa pun melakukan audiensi ke Mahkamah Agung, betapa kagetnya. Di Mahkamah Agung sendiri ternyata, ada satulembar berkas yang hilang. Entah kenapa, maka pihak Mahkamah Agung melakukan kordinasi dengan tim yang menangani kasus Hj. Siti Hawa. Dalam waktu singkat pun ada pergantian personal MA, diharapkan nantinya dapat menyelesaikan tugas atas putusan MA tersebut. Tak berhenti disitu saja, Hj. Siti Hawa yang didampingi putrinya melanjutkan perjuangannya ke Mabes Polri. Kedatangan nenek ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) tersebut untuk meminta dukungan dan perlindungan hukum terkait kasus sengketa tanah miliknya. Pihak Mabes Polri yang diwakili Divisi B a r e s k r i m , s a n g a t memberikan dukungan dan support kepada Sang Nenek dengan memberikan surat yang dimaksudkan. Waktu pun berjalan, semua proses pencarian keadilan belum mendapatkan titik terang. Justeru keanehan yang muncul dan berkembang di Aceh Timur, dimana Hj. Siti Hawa tinggal. Seakan perjuangan nenek 79 tahun tidak membuahkan hasil, dan terkesan pihak yang mengklaim tanah miliknya itu merasa menang. BENARKAH? Kordinasi dan informasi pun terus berlanjut dan dilakukan oleh Tim Lembaga Hukum Mapikor Indonesia Pusat. Meski Mahkamah Agung menolak PK yang diajukan, namun itu masih belum final. Masih ada jalan untuk mendapatkan kembali hak dan milik Hj. Siti Hawa.

Kerjasama antara tim LBH dan Tim Investigator Pusat dalam menelusuri atas penolakan PK yang diajukan pun mendapat angin segar dari salahsatu Tim Mahkamah Agung RI. Dimana, Hj. Siti Hawa diminta mengajukan gugatan ulang kepada Pengadilan Negeri Aceh Timur. “Jangan putus asa, itu baru amar putusan. Segera lakukan gugatan baru kepada PN Aceh Timur. Saya siap membantu, “ tegas salah wakil dari Mahkamah Agung beberapa waktu lalu. Beberapa elemen masyarakat pun mempertanyakan atas penolakan PK tersebut. Ada indikasi permainan yang sangat kuat dalam ruang lingkup Mahkamah Agung RI. Apakah benar, bahwa markus-markus di MA itu dibiarkan tumbuh subur di Lembaga Tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia Tercinta ini? Hal ini memang benar adanya, berdasarkan temuan hasil investigasi Tim Investigator Mapikor Indonesia Aceh Timur. Bahwa sang pengklaim tanah milik Hj. Siti Hawa tersebut berbicara kala itu, dimana untuk memenangkan kasus tanah tersebut telah menghabiskan uang kurang lebih Rp. 400 juta  Sebanyak itukah untuk membayar para markus-markus itu? Memang sudah nasib jadi rakyat kecil, jika berurusan dengan hukum jangan berharap bisa bebas atau menang, jika tidak punya uang. Meski BENAR! Tapi jika punya uang segalanya bisa diatur. Benar jadi salah, salah pun bisa dibenarkan. Inilah yang terjadi dan fakta nyata yang dialami oleh Hj. Siti Hawa dari Aceh Timur. Tak berhenti perjuangan Hj. Siti Hawa untuk mendapatkan kembali haknya. Dukungan dari berbagai pihak untuk mempertanyaka Mahkamah Agung atas penolakan MK. “Hati-hati kalau ada kasus yang sudah masuk MA. Kalau nggak siap uang banyak, jangan harap bisa menang. Urusannya bisa stress, tapi yakin saja kebenaran itu akan datang. Semoga saja apa yang diperjuangkan oleh Ibu Hj. Siti Hawa dapat ridho dari Allah SWT, “ ungkap salah seorang yang pernah mengalami nasib apes ketika kasusnya mendem di MA. (* tim



  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: